Diego Costa dan 10 Pesepakbola 'Kotor'



Tulisan ini dibuat pasca insiden yang terjadi pada pertandingan Chelsea vs. Arsenal di ajang Premier League. Dimuat di situs obrolanurban.com klik di sini

***

Ada pesepakbola yang dikenang karena bakatnya yang brilian, kecerdasan permainannya tetapi juga ada yang dikenang sebagai pesepakbola 'kotor'.

Striker Chelsea Diego Costa mendapat sanksi larangan bermain 3 pertandingan dari FA setelah aksi yang dilakukannya saat melawan Arsenal di ajang Premier League.

Hukuman ini semakin menegaskan status Costa sebagai 'bad boy' lapangan sepak bola. Riwayat keributannya dan aksi-aksi 'kotor'nya semakin bertambah panjang. Sosok Costa memang sulit untuk disukai oleh para penggemar sepak bola, kecuali oleh suporter klub yang dibelanya. Di atas lapangan, pemain kelahiran Brasil ini tidak hanya beraksi mencetak gol tetapi juga menyuguhkan aksi lainnya seperti menerjang, menampar, mencengkeram, menginjak, meludahi lawan, dan sederet aksi provokatif lainnya.

Banyaknya kartu yang didapatnya menjadi tidak wajar karena posisinya sebagai striker. Costa lihai membuat lawan yang seharusnya korban justru diganjar kartu. Ada banyak pertikaian yang melibatkannya, Anda bisa dengan mudah menemukan aksi-aksi keributannya via youtube. Media pun tak segan memuat judul 'Dirty Diego'.

Namun tentu saja Costa tidak sendirian, ada banyak pesepakbola lain yang kerap melakukan tindakan tidak sportif. Berikut 10 pemain 'kotor' lainnya.


Luke Shaw & 10 Cedera Horor dalam Sepak Bola



Setiap pekerjaan memiliki risiko masing-masing. Pun dengan sepak bola, olah raga keras yang kerap membuat para pelakunya mendapatkan cedera baik berat maupun ringan. Tulisan ini dimuat di obrolanurban.com, klik di sini.

***

Sekali lagi seorang pesepakbola menderita cedera yang berkategori horor. Bek Manchester United Luke Shaw mengalami patah tulang kaki akibat dilanggar bek PSV Hector Moreno.

Cedera ini mengerikan karena Shaw mengalami patah tulang ganda pada kakinya, dan butuh sembilan menit bagi tim medis untuk memberikan pertolongan dan membawanya ke rumah sakit.

Di dunia sepak bola cedera horor sejenis juga dialami para pesepakbola lainnya. Bahkan ada penelitian yang menyebutkan bahwa sampai 87% cedera yang dialami pesepakbola terjadi di lower limb atau bagian kaki (paha, lutut, dan engkel) dengan 38% di antaranya terjadi karena benturan langsung.

Mengerikannya cedera yang dialami Shaw dan para pemain lainnya menjadikan sepak bola sebagai olahraga dengan risiko tinggi, tak sedikit kematian pun menghampiri. Bahkan menurut seorang pakar cedera TJ Salih menyebut cedera pemain sepak bola 1000 kali lebih berisiko dibandingkan dengan pekerja industri.

Berikut adalah 10 cedera horor yang dialami oleh pesepakbola dengan profil tinggi di antara begitu banyak cedera horor lain yang didapat oleh seorang pesepakbola.


Catatan Laga Pembuka, Modal Bagus untuk Musim yang Bagus



Setahun yang lalu, tak lama setelah Liverpool menang 2-1 atas Southampton di laga pembuka Premier League musim 2014-15, saya membuat review atas kemenangan di Anfield tersebut. Dalam artikel Catatan Laga Pembuka, Modal Bagus untuk Tandang ke Etihad secara garis besar saya menyebut bahwa kemenangan itu penting dan modal bagus untuk pertandingan berikutnya. Iya, kemenangan yang tak cukup meyakinkan itu memang sebatas bagus sebagai bekal bertandang ke kandang Manchester City yang saat itu berstatus juara bertahan.

Stadium Naming Rights (Part 1): Alasan Pendorong


Di masa depan, stadion-stadion memakai nama brand atau sponsor menjadi pemandangan umum. Lazim juga jika kemudian stadion berganti sponsor, berganti nama dari nama brand satu ke nama brand lainnya. Artikel ini sebelumnya sudah dimuat di kanal Blog situs thefootballicious.com. Klik di sini.

***

Minat dan niat terbesar para pelaku sepak bola modern adalah mencari pendapatan sebesar-besarnya, sehingga menghasilkan untung yang sebesar-besarnya.

Klub-klub Eropa terutama, sejak diimplementasikannya UEFA Financial Fair Play pada musim 2011-12 dipaksa untuk kreatif mencari pendapatan tambahan. Pada artikel sebelumnya Stadion: Kumpulkan Orang, Kumpulkan Uang telah dijelaskan bagaimana sebuah klub memaksimalkan pendapatan dari stadion yang mereka miliki. Salah satunya dengan hak penamaan stadion mereka.

Harapan Bernama Brendan



Artikel ini ditulis seiring kebangkitan Liverpool pada paruh kedua, terutama karena performa dan hasil dari 10 laga terakhir. Telah tayang di situs resmi Liverpool FC Berbahasa Indonesia indonesia.liverpoolfc.com klik di sini.

***

Sebelum menangguk 24 poin dari 10 pertandingan terakhir, Liverpool mengalami masa-masa penuh cobaan dan ujian. The Reds diterpa pancaroba, suatu keadaan tidak menentu dan kacau. Kita lihat kembali, 16 laga di liga yang "hanya" menghasilkan 21 poin. 16 laga yang hampir separuhnya berakhir dengan kekalahan, tujuh kali kalah. Kita melihat wujud Liverpool sebagai sebuah tim yang ompong di depan, mudah jebol di pertahanan.