Sabar, Ikhtiar dan Tawakal



Selama ini, setiap pelaksanaan ibadah sholat Jumatku selalu gagal meninggalkan jejak perubahan yang baik pada perilakuku sehari-hari. Yang menjadi sebab yaitu pada saat khatib naik mimbar menyampaikan nasehat, peringatan dan seruan yang disertai nukilan dan uraian ayat-ayat dari Al Quran, aku lebih sering lelap dimangsa kantuk. Jikalau sukses menahan kantuk itu terjadi karena pikiranku liar berkelana memikirkan dan mengkhayalkan sesuatu yang jauh di luar masjid.

Namun pada ibadah sholat Jumat tadi, tubuh dan pikiran ini begitu terjaga sejak mendudukkan diri di lantai marmer yang dingin. Mata awas menyapu segala yang ada di masjid, dari jam digital baru, fan yang berputar kanan-kiri. Telinga juga seksama menyimak pengurus masjid yang menyampaikan laporan keuangan masjid. Nah, sejujurnya ada satu alasan yang membuatku berazzam untuk menahan pikiranku berkeliaran dan fokus dengan khutbah yang nantinya akan disampaikan.