Luis Suarez dan Liverpool, Menuju Relasi yang Serasi



Artikel ini dibuat sehari setelah Luis Suarez menandatangani pembaharuan kontrak dengan Liverpool, pada Jumat (20/12). Tayang di situs resmi Liverpool FC Berbahasa Indonesia indonesia.liverpoolfc.com klik di sini.

***

Jika menyoroti kiprah Liverpool bersama Luis Suarez musim 2013-14 sejauh ini, satu kata yang pas untuk menyatakannya adalah lesatan. Pada pekan yang sama musim lalu, Liverpool meraup poin sebanyak 22, yang menempatkan mereka di posisi 10 saat itu. Kelak di akhir musim, Liverpool bertengger di peringkat tujuh setelah mendapat 39 poin tambahan. Musim ini, Liverpool meraup 11 poin lebih banyak dan berada di peringkat kedua. Musim kompetisi memang masih panjang, tetapi hasil sementara yang sudah dicapai tim asuhan Brendan Rodgers ini tak ayal membuat para suporter kembali percaya diri.

Allenatore, Penjaga Jati Diri Liga Italia



Pengantar
Sebagai penggemar calcio dan timnas Italia, selalu tersimpan motivasi tersendiri untuk sekali waktu bisa menulis tentangnya lagi. Meski sudah kalah glamour dibanding Liga Inggris dan Spanyol, selalu ada yang menarik dari Italia. Ada kesan romantisme kala membahas masa renaisans sepak bola Italia pada era 1990an. Tulisan ini nampang pertama kali di kanal About The Game di situs detik.com. Klik di sini.

***

Liga Italia Serie A pernah mengecap masa kemapanan il campionato nel dopoguerra yang membuatnya terpacak sebagai liga terbaik di Eropa bahkan dunia. Namun, memasuki pergantian millenium status itu perlahan tanggal.

Review Match Liga Champions: Barca Hukum Kesalahan Milan



Pengantar
Tulisan ini pertama kali tampil di kanal About The Game di situs detik.com. Klik di sini.

***

Juara Liga Champions dua kali dalam lima musim terakhir, Barcelona, memastikan diri lolos dari fase grup seusai menang 3-1 atas AC Milan di Camp Nou, Kamis (7/11/2013) dinihari WIB. Dua gol Lionel Messi dan gol dari sundulan Sergio Busquets hanya bisa dibalas oleh satu gol bunuh diri Gerard Pique di akhir babak pertama.

Dengan tambahan dua gol, pundi-pundi Messi di Liga Champions pun sudah mencapai 65 gol. Ia semakin mendekati rekor gol terbanyak Liga Champions, 71 gol, milik Raul Gonzalez.

Soccer War (1992) Cerita Sang Jurnalis tentang Berdarahnya Sepakbola

Keterlibatan di Pandit Football Indonesia memberi kesempatan untuk menimba ilmu menambah pengetahuan, salah satunya lewat meresensi buku. Buku yang diresensi ini pertama kali dikenalkan oleh Ivan Aulia Ahsan, teman kos yang mengagumi penulis bukunya, Ryszard Kapuscinski. Tulisan ini menjadi lebih apik berkat polesan Zen RS. Terpublikasi pertama kali di kanal About The Game di situs detik.com. Klik di sini.

***

Judul Buku: The Soccer War
Penulis: Ryszard Kapuscinski
Penerbit: Vintage International
Tahun: 1992
Tebal: 234

"Satu-satunya kesempatan bagi negara-negara kecil Dunia Ketiga untuk menarik perhatian dunia internasional adalah ketika mereka memutuskan untuk saling menumpahkan darah."

Belgian Brigade



Pengantar
Mengemukanya kiprah serta prestasi para pemain Belgia beserta timnasnya menjadi alasan ditulisnya artikel ini. Bukan tanpa sebab mereka kemudian diperhitungkan (kembali) sebagai kekuatan elit sepak bola Eropa. Artikel ini dipublikasi pertama kali di kanal About The Game di situs detik.com, klik di sini.

***

Seperti halnya dalam politik internasional, peran Belgia dalam sepak bola juga begitu menonjol dewasa ini . Sepak bola Belgia dengan tim nasionalnya yang berjuluk Rode Duivels memang sedang menjadi topik perbincangan dan pembahasan.

Review Match Manchester City vs. Manchester United: High Defensive Line City dan Peran Besar Nasri



Pengantar
Artikel ini tayang di kanal About The Game situs detik.com, klik di sini.

***

Derby Manchester jilid 166 kembali meneruskan tren delapan laga sebelumnya, selalu menghasilkan gol. Total lima gol tercipta di Stadion Etihad, dengan empat di antaranya terjadi ke gawang Manchester United.

Skor besar yang terjadi bisa dianggap mematahkan prediksi, mengingat Manchester United datang dengan membawa kebiasaan apik: selalu menang setiap usai melakoni laga di ajang kompetisi Eropa. Selain itu, pertemuan terakhir di kandang City dimenangkan oleh United (3-2). Namun selayaknya derby di tempat lain, hasil akhir sulit diprediksi.

Preview Match Manchester City vs. Manchester United: Derby dengan Pelatih dan Taktik yang Baru



Pengantar
Artikel ini tayang di kanal About The Game situs detik.com, artikel aslinya bisa ditemukan di sini.

***

Selalu sulit memprediksi laga-laga derby. Ada tensi dan gengsi yang lebih tinggi dari pertandingan biasa. Pun yang terjadi dengan Derby Manchester nanti malam (22/9).

Jika dulu ketika kedua kekuatan kerap dipandang tidak seimbang di atas kertas, hasil-hasil di luar dugaan kerap muncul. Maka dalam dua tahun terakhir, hasil derby antara Manchester City dan Manchester United itu benar-benar mengejutkan.

Memperbaharui Rivalitas



Pengantar
Artikel ini tayang perdana di kanal About The Game situs detik.com sebagai preview laga Piala Super Eropa 2013 yang digelar di Eden Arena, Praha. Klik di sini. Setelah artikel tayang, datang tawaran wawancara mendadak dari Radio Sindo. Wawancara live on air pun dilakukan via telpon, waktu itu saya sedang berada di Metromini S66 jurusan Blok M - Manggarai. Dalam tanya jawab dengan mbak penyiar, saya menyebut duel akan berlanjut hingga adu penalti atau jika ada yang menang di waktu normal berakhir dengan kemenangan tipis.

***

Bayern Munich dan Chelsea memang tak terlampau sering bertemu, namun pertemuan keduanya memiliki kadar gengsi dan tensi yang tidak biasa. Salah satu sebabnya adalah pertarungan yang berakhir dramatis pada final Liga Champions 2012 di Allianz Arena. Sebab yang lain adalah sosok-sosok yang mengisi peran sebagai juru taktik di kedua klub.

Aku dan Liverpool: Paul Cumming Mewujudkan Mimpi



Pengantar
Artikel ini terlebih dulu tayang di situs resmi Liverpool FC Berbahasa Indonesia indonesia.liverpoolfc.com klik di sini.

***

Tur Liverpool FC ke Indonesia ternyata telah membantu salah satu penggemar beratnya mewujudkan mimpinya.

Setelah puluhan tahun lamanya, Paul Cumming bisa kembali menyaksikan klub kesayangannya berlaga. Pria yang sudah tinggal di Indonesia selama tiga puluh tahun dan menangani berbagai klub di tanah air itu hadir di Stadion Utama Gelora Bung Karno bersama delapan puluh ribu penonton lainnya untuk menyaksikan Steven Gerrard cs melawan tim Indonesia asuhan Jacksen F Thiago.

Kebetulan

Demikianlah ‘kebetulan’ yang aku alami hari ini. Sebuah ‘kebetulan’ yang sedikit mirip dengan cerita pendek On Seeing 100% Perfect Girl One Beautiful April Morning karyanya Haruki Murakami. Ya, hanya kebetulan dan hanya sedikit saja tingkat kemiripannya.

Senyum Cinta

Aku rebah di tanah basah. Memandang langit sore, melihat gumpalan awan putih di luasnya warna biru. Perlahan pemandangan berganti bayangan dari langit pikiranku. Terlihat wajah satu-satunya wanita yang pernah aku ajak makan berdua selama masaku menyusu ilmu di universitas. Wajah yang tak lepas dari senyum, seakan senyum itu organ permanen di wajahnya. Tak begitu lama bayangannya singgah karena memori otakku memuntahkan lagi bayangan lain. Masih seorang wanita. Wanita yang berbeda tentunya. Tetapi sama dengan yang sebelumnya, dia juga menyunggingkan senyum tapi tanpa menunjukkan barisan giginya yang rapi. Tak banyak kenangan dengan dirinya, hanya sering kutelpon lewat warung telepon seorang teman dan kusebut namanya di skripsiku.

Catatan atas Gagalnya Rezim Tua


Suarez menggigit, Suarez dihukum, Suarez lalu dibenci dan di lain pihak dibela oleh para pendukungnya. Luis Alberto Suárez Díaz sekali lagi menjadi bunga pemberitaan, pusat pembicaraan, inti perdebatan. Entah disergap rasa frustasi atau alasan lain yang kita tidak ketahui, ulahnya menggigit Branislav Ivanović pada laga di Anfield telah mengantarkannya berhadapan (lagi) dengan FA, sebuah lembaga yang menginduki segala urusan yang terkait bal-balan di Inggris. (Hanya) berjarak 3 hari dari kejadian, FA dengan segera menghukum Suarez dengan larangan bermain 10 pertandingan.

Wawi, Tetap Semangat dan Fokus


Foto dari Rian Batonk

Bagiku sebaik-baik mengenang seorang teman, sahabat dan kerabat adalah pada saat mereka hidup, sekarang tanpa menunggu kelak. Dengan mengenang, kita menggali segala peristiwa baik bersama mereka yang sempat terkubur untuk kemudian mengetuk hati kita untuk mengulangi segala kebaikan itu. Mengenang bagiku juga mendorongku untuk berkisah tentang seseorang itu. Tanpa kisah, manusia hanya seonggok tanah. Aku pernah berkisah tentang temanku yang sakit supaya dia kembali sehat, kembali bahagia. Sekarang, aku akan berkisah tentang dia yang akhirnya bahagia dan akan terus bertambah bahagia.

Sorenya Soel

Foto dari situs BIGREDS (http://www.big-reds.org)

Siang hingga petang di hari kedelapan bulan Januari lalu, ada sensasi yang berbeda saat mengikuti dinamika linimasa di media sosial bernama Twitter. Bukan sesekali tersenyum geli bila mendapati kicauan yang lucu atau kemudian kesal karena membaca informasi yang kurang menyenangkan. Seperempat hari itu secara konstan sensasinya hanyalah haru biru saat linimasa dipenuhi cerita tentang Soel yang sedang tergolek di rumah sakit akibat deraan komplikasi meningitis, pneumonia dan tuberculosis. Bahkan saat itu hampir-hampir tak bisa menahan air mata yang sudah memenuhi mata. Nafas juga tidak cukup leluasa dilepaskan, haru menghimpit dada. Setiap kicauan yang dibaca seperti katalisator yang hendak mempercepat keluarnya air mata, makin menyesakkan dada. Saya kira saya tidak sendirian disiksa sensasi seperti itu. Ragam pengakuan juga tercetus di sana, bahwa mereka juga terharu.