Sorenya Soel

Foto dari situs BIGREDS (http://www.big-reds.org)

Siang hingga petang di hari kedelapan bulan Januari lalu, ada sensasi yang berbeda saat mengikuti dinamika linimasa di media sosial bernama Twitter. Bukan sesekali tersenyum geli bila mendapati kicauan yang lucu atau kemudian kesal karena membaca informasi yang kurang menyenangkan. Seperempat hari itu secara konstan sensasinya hanyalah haru biru saat linimasa dipenuhi cerita tentang Soel yang sedang tergolek di rumah sakit akibat deraan komplikasi meningitis, pneumonia dan tuberculosis. Bahkan saat itu hampir-hampir tak bisa menahan air mata yang sudah memenuhi mata. Nafas juga tidak cukup leluasa dilepaskan, haru menghimpit dada. Setiap kicauan yang dibaca seperti katalisator yang hendak mempercepat keluarnya air mata, makin menyesakkan dada. Saya kira saya tidak sendirian disiksa sensasi seperti itu. Ragam pengakuan juga tercetus di sana, bahwa mereka juga terharu.