Aku dan Liverpool: Paul Cumming Mewujudkan Mimpi



Pengantar
Artikel ini terlebih dulu tayang di situs resmi Liverpool FC Berbahasa Indonesia indonesia.liverpoolfc.com klik di sini.

***

Tur Liverpool FC ke Indonesia ternyata telah membantu salah satu penggemar beratnya mewujudkan mimpinya.

Setelah puluhan tahun lamanya, Paul Cumming bisa kembali menyaksikan klub kesayangannya berlaga. Pria yang sudah tinggal di Indonesia selama tiga puluh tahun dan menangani berbagai klub di tanah air itu hadir di Stadion Utama Gelora Bung Karno bersama delapan puluh ribu penonton lainnya untuk menyaksikan Steven Gerrard cs melawan tim Indonesia asuhan Jacksen F Thiago.


Sehari sebelum laga kami sudah sempat bertemu dengan Paul, tepatnya pada saat anak asuhan Brendan Rodgers melakukan sesi latihan pada Jumat (19/7) sore. Saat itu Paul memilih menonton para pemain berlatih di ujung belakang, jauh dari kerumunan. Di sana, dengan suara lirihnya Paul menceritakan banyak hal, termasuk terakhir kali dia menginjakkan kaki di stadion utama negeri ini sebagai pelatih.

Sesekali Paul mengomentari jalannya sesi latihan. Paul mengaku terkesan dengan Raheem Sterling dan berpendapat bahwa sang pemain memiliki kemampuan yang bagus sekaligus berharap Sterling menemukan masa depan yang cerah. Pria yang menjadikan Steven Gerrard sebagai pemain favorit ini juga menyimpan rasa hormat pada pelatih Liverpool sekarang, Brendan Rodgers. Menurutnya, Rodgers mampu memberi perubahan dan kemajuan pada Liverpool.

Meski sudah berkepala enam dan kerap sakit, Paul mempunyai ingatan yang terpelihara baik dan memiliki selera humor yang bagus. Paul bercerita tentang pengalamannya di Bangladesh, saat dia menyuruh salah satu pemainnya yang tidak bisa bermain karena tidak terdaftar untuk mengenakan seragam lengkapnya dan melakukan pemanasan di sisi lapangan. Seketika saat itu, para pemain lawan memerhatikan pemain tersebut, yang kemudian dimanfaatkan oleh tim Paul untuk membobol lawan. Paul terkekeh mengenangnya.

Pada saat para penonton menyanyikan You'll Never Walk Alone yang mengiringi para pemain menyudahi sesi latihan dan keluar dari stadion, Paul ikut berdiri dan bernyanyi. Meski yang terlihat seperti orang yang bergumam tanpa suara.



Kami kembali bertemu Paul sore menjelang laga. Dalam kondisi hujan, Paul datang dengan dipayungi oleh salah seorang rekan jurnalis. Kami mengantar Paul menuju pintu masuk sektor 9-11 tempat yang juga diisi oleh para member BIGREDS IOLSC. Paul yang sudah kelelahan diberi jalan oleh para penonton lainnya dan dipersilahkan masuk terlebih dahulu. Sebelum masuk Paul sempat berkomentar: "Saya sebenarnya diberikan tempat di VIP, namun saya lebih memilih di sini bersama para member BIGREDS."

Paul memang banyak yang mengenal, tak heran banyak pula yang ingin berfoto bersamanya. Pria yang sekarang tinggal di Poncokusumo, Malang ini tidak pernah menolak permintaan-permintaan tersebut. Pada saat menaiki tangga, mantan pelatih PSBL Bandar Lampung itu mendapatkan nyanyian dukungan "One Paul Cumming, there's only one Paul Cumming" dari kerumunan antrian penonton yang belum masuk. Paul pun berbalik, melambaikan tangan sambil tersenyum.

Kelak pada saat laga, Paul akan sangat menyukai aksi-aksi suporter di Stadion GBK. Paul sendiri pernah berkomentar bahwa dia menyukai suporter yang lebih banyak bernyanyi daripada main klakson (terompet) yang mengganggu telinganya.

Sabtu itu mimpi Paul terwujud, melalui akun twitternya @papuansoccer dia berkicau: "Hari ini adalah hari kebanggaan untuk saya. Nonton Liverpool di GBK adalah Dream Come True. Salam untuk semua penggemar bola di Tanah Air."

No comments:

Post a Comment