Preview Match Manchester City vs. Manchester United: Derby dengan Pelatih dan Taktik yang Baru



Pengantar
Artikel ini tayang di kanal About The Game situs detik.com, artikel aslinya bisa ditemukan di sini.

***

Selalu sulit memprediksi laga-laga derby. Ada tensi dan gengsi yang lebih tinggi dari pertandingan biasa. Pun yang terjadi dengan Derby Manchester nanti malam (22/9).

Jika dulu ketika kedua kekuatan kerap dipandang tidak seimbang di atas kertas, hasil-hasil di luar dugaan kerap muncul. Maka dalam dua tahun terakhir, hasil derby antara Manchester City dan Manchester United itu benar-benar mengejutkan.


Dua laga di musim terakhir, pihak yang bertandang selalu yang keluar sebagai pemenang. Pada musim sebelumnya, ketika gelar juara ditentukan di tambahan waktu, City menang baik kandang maupun tandang. Pertandingan tandang City tersebut bahkan menghasilkan salah satu skor terbesar dalam sejarah Derby Manchester. Sir Alex Ferguson lalu menyebutnya sebagai hari terburuk selama menangani United.

Tak melulu soal hasil yang membuat laga Derby Manchester menjadi begitu menarik. Selalu ada drama yang ikut mewarnai jalannya pertandingan. Ada insiden antara Roy Keane dan Alf-Inge Haaland pada laga April 2001 di Old Trafford, lalu perayaan 'Why Always Me?' dari Mario Ballotelli, juga pelemparan koin pada Rio Ferdinand disusul masuknya penonton ke lapangan setelah kemenangan dramatis United di Etihad. Laga dramatis lainnya ketika Michael Owen mencetak gol kemenangan untuk United di Old Trafford pada menit 96!

Kekuatan yang Semakin Seimbang
Sebelum mendapat label sebagai sebuah klub kaya yang sanggup membeli pemain-pemain mahal berstatus bintang, City terus berkutat dengan materi pemain yang rata-rata. Hal inilah yang membuat mereka tertinggal dari segi catatan prestasi dan rekor pertemuan. Perolehan 20 gelar juara liga milik United berbanding 3 gelar milik City. Total 165 laga derby di semua ajang resmi juga 69 kali dimenangi United, City memenangi sebanyak 46 pertandingan.

Namun, masuknya investasi dari Abu Dhabi United Group pada 2008, membuat kekuatan secara instan dan pasti mulai mengimbangi United. Dalam dua tahun terakhir, City dan United head to head dalam perebutan gelar juara liga domestik. Dalam hal catatan rekor pertemuan, 15 pertandingan dalam lima musim terakhir, City menangguk lima kemenangan sedangkan United meraih delapan kemenangan dengan dua laga sisanya berakhir imbang.

Sekarang ini koleksi pemain-pemain mahal City yang berjumlah 24 orang memiliki market value total senilai 469.750.000 euro. Melewati market value total para pemain United yang senilai 412.250.000 euro, perlu diketahui jumlah pemain United adalah 29 pemain. Sebuah investasi mahal yang dilakukan City untuk mengimbangi bahkan untuk menandingi United.

Situasi terkini di klasemen, kedua klub memiliki poin sama-sama tujuh hasil dari dua kali menang satu seri dan satu kalah. Yang membedakan adalah defisit gol yang membuat City sementara berada di peringkat empat, persis di atas United.

Pendekatan Taktik yang Berbeda
Selain investasi dalam wujud pembelian pemain yang berdampak pada menguatnya sisi teknik di lapangan, kedua klub juga menghadirkan sosok juru taktik baru. Manuel Pellegrini mengganti peran Roberto Mancini di City, sedangkan David Moyes adalah suksesor bagi Sir Alex Ferguson. Ini adalah "rekrutan" dengan pengaruh terbesar pada keseluruhan gaya bermain dan pilihan taktik kedua klub.

Pellegrini amat mungkin meneruskan pemakaian skema 4-2-3-1 warisan Mancini yang juga dipakainya saat mengalahkan Viktoria Plzen tengah pekan lalu. Namun pemilihan Jesus Navas sebagai starter merupakan ide Pellegrini untuk menyerang dari sisi sayap atau memperkaya variasi penyerangan. Selama ini, pemain sayap yang diturunkan adalah inverted winger pada diri David Silva dan Samir Nasri.

Pakem demikian membuat serangan City tidak simetris. Di sisi kanan, Navas menyerang dengan menyisir sisi lapangan, sedangkan di sisi kiri Nasri menyerang dengan memotong ke dalam. Tugas memberi crossing dari sisi kiri ditunaikan oleh Aleksandar Kolarov. Tentu sebagai seorang bek, keleluasaan Kolarov untuk menyerang lebih terbatas. Alhasil arah umpan serangan dominan tertuju ke tengah dan kanan.

Moyes sendiri memiliki kecenderungan taktik yang mirip. Formasi awal 4-2-3-1 yang secara fleksibel berubah menjadi 4-4-2 memiliki kesamaan dengan City. Adalah sosok Antonio Valencia sebagai faktornya. Serupa dengan Navas, Valencia adalah sayap klasik, teristimewa dengan ketergantungannya menggunakan kaki kanan, yang membantu serangan dengan menyisir sisi lapangan. Sedangkan siapapun yang dipasang di sisi kiri, baik Ashley Young maupun Shinji Kagawa selalu merangsek ke tengah dengan memberi jalan pada Patrice Evra untuk mengirimkan crossing.

Duel Sengit di Tengah
Kecenderungan Nasri, Young atau Kagawa memotong ke dalam, membuat perang di lini tengah semakin sengit apalagi ditambah kehadiran sosok penyerang seperti Sergio Aguero dan Wayne Rooney yang berposisi di belakang striker utama. Para penyerang yang menjemput bola, bahkan sebagai pertahanan awal.

United, setidaknya musim ini, begitu mengandalkan dua poros tengahnya. Dan berkat kehadiran Marouane Fellaini, kualitas lini tengah United semakin meningkat. Fellaini sendiri bersama Michael Carrick termasuk sosok yang paling berpengaruh pada laga Liga Champions melawan Bayer Leverkusen, tengah pekan lalu. Bahkan dengan keunggulan postur tubuhnya, Fellaini sangat penting dalam situasi bola mati. Saat bertahan, dia berkontribusi dengan banyak clearance-nya. Sedang saat menyerang, dia menambah opsi sebagai target umpan dari situasi set piece.

Sedangkan City memiliki Yaya Toure, pemain dengan passing terbanyak sementara musim ini dengan 347 umpan. Tandemnya adalah Fernandinho, pemain yang direkrut karena reputasinya sebagai gelandang bertahan yang gemar mengumbar tekel dan melakukan intersep. Untuk urusan kombinasi ini, dia berada di urutan sembilan di ajang Liga Champions. Kehadiran Fernandinho ini membuat Yaya kadang leluasa untuk membantu serangan, terbukti dua gol di liga domestik dan satu gol di Liga Champions sudah dicetak oleh pemain asal Pantai Gading itu.

Pellegrini vs Moyes Jilid 3
Motivasi besar juga merambah pada dua juru taktik. Moyes tentu penasaran dengan dua kekalahan yang didapatnya saat bertemu langsung dengan Pellegrini. Yap, dua kekalahan Everton masing-masing 1-2 dari klub asuhan Pellegrini, Villareal. Derby ini bisa menjadi kesempatan bagi Moyes untuk memperbaiki rekor pertemuannya dengan manajer asal Chile itu.

Sempat dikritik oleh Mark Hughes karena dianggap tidak memandang setiap laga di EPL sama pentingnya, Pellegrini berharap menggunakan kelimpahan kualitas pemainnya untuk kembali mengungguli Moyes. Pellegrini sendiri sudah menunjukkan sikap diskriminatifnya dengan menganggap laga derby ini bernilai enam poin, tentu jauh lebih penting dari laga-laga EPL lainnya.

Perkiraan Line-Up
Manchester City: Joe Hart, V. Kompany, Pablo Zabaleta, Aleksandar Kolarov, M. Nastasc, Samir Nasri, Yaya Toure, Jesus Navas, Fernandinho, Sergio Agüero, Edin Dzeko

Manchester United: David De Gea, Rio Ferdinand, Nemanja Vidic, Patrice Evra, Chris Smalling, Michael Carrick, Antonio Valencia, Marouane Fellaini, Robin van Persie, Wayne Rooney, Shinji Kagawa.

Hasil 5 pertandingan terakhir
Manchester City
Viktoria Plzen (away), Liga Champions, 3-0
Stoke City (away), Liga Inggris 0-0
Hull City (home), Liga Inggris, 2-0
Cardiff City (away), Liga Inggris 2-3
Newcastle United (home), Liga Inggris 4-0

Manchester United
Bayer Leverkusen (home), Liga Champions, 4-2
Crystal Palace (home), Liga Inggris, 2-0
Liverpool (away), Liga Inggris, 0-1
Chelsea (home), Liga Inggris, 0-0
Swansea City (away), Liga Inggris, 4-1

Head-to-Head
9 April 2013 (EPL) Manchester United vs Manchester City 1-2
9 Desember 2012 (EPL) Manchester City vs Manchester United 2-3
1 Mei 2012 (EPL) Manchester City vs Manchester United 1-0
08 Januari 2012 (Piala FA) Manchester City vs Manchester United 2-3
23 Oktober 2011 (EPL) Manchester United vs Manchester City 1-6

Player to Watch
Wayne Rooney
Selain menjadi pemain kunci di dua laga terakhir Man United dengan gol-gol dan assist-nya, Rooney juga rajin menjebol gawang Man City tercatat 10 gol dia cetak, dari delapan laga. Dia juga terlibat dalam 40 gol dengan mencetak dan memberi assist dari 44 laga terakhirnya di EPL.

David Silva
Silva masih akan jadi instrumen penting City. Pellegrini yang lama berkecimpung dalam sepakbola Spanyol tentu tahu bagaimana memaksimalkan pemain seperti Silva. Tidak heran jika dia pun sekarang menjadi pembuat keypass terbanyak di kubu City dengan rataan 2,7 per laga. Dia akan menyerang dari sisi kiri, pos United yang sedang ditinggalkan oleh penggawa terbaiknya yaitu Rafael da Silva.

No comments:

Post a Comment