Luis Suarez dan Liverpool, Menuju Relasi yang Serasi



Artikel ini dibuat sehari setelah Luis Suarez menandatangani pembaharuan kontrak dengan Liverpool, pada Jumat (20/12). Tayang di situs resmi Liverpool FC Berbahasa Indonesia indonesia.liverpoolfc.com klik di sini.

***

Jika menyoroti kiprah Liverpool bersama Luis Suarez musim 2013-14 sejauh ini, satu kata yang pas untuk menyatakannya adalah lesatan. Pada pekan yang sama musim lalu, Liverpool meraup poin sebanyak 22, yang menempatkan mereka di posisi 10 saat itu. Kelak di akhir musim, Liverpool bertengger di peringkat tujuh setelah mendapat 39 poin tambahan. Musim ini, Liverpool meraup 11 poin lebih banyak dan berada di peringkat kedua. Musim kompetisi memang masih panjang, tetapi hasil sementara yang sudah dicapai tim asuhan Brendan Rodgers ini tak ayal membuat para suporter kembali percaya diri.


Luis Suarez pun seiring sejalan. Hingga pekan ke-16, Suarez telah mencetak 17 gol dari 11 pertandingan yang berarti memiliki rataan gol 1,42 per pertandingan. Jika konsisten dengan rasio gol tersebut maka di akhir musim, Suarez berpotensi akan mencetak sebanyak 48 sampai 49 gol!

Terlepas dari kemungkinan mampu tidaknya mencetak gol hingga hampir 50 gol itu, saat ini Suarez hanya berjarak enam gol dari jumlah total golnya di musim lalu. Penyerang kelahiran Salto itu juga hanya perlu satu assist untuk menyamai total perolehan assist semusim lalu.

Tak hanya statistik attacking yang membaik, dari aspek disiplin Suarez juga melesat pesat. Musim lalu ayah dari Delfina dan Benjamin ini diganjar 10 kartu kuning, ditambah sanksi 10 laga karena insiden menggigit Branislav Ivanovic. Namun sekarang, hingga 11 laga yang dijalani, Suarez baru mendapatkan satu kartu kuning. Mudah ditafsirkan bahwa pemegang rekor pencetak gol terbanyak Uruguay sepanjang masa ini juga menjadi jauh lebih kalem dan tenang di lapangan.

Seperti sebuah keniscayaan jika meningkatnya prestasi itu tidak hanya lahir dari berkembangnya kualitas tehnik dan skill sebagai seorang pemain namun juga kualitas pribadi sebagai seorang manusia. Suarez tidak hanya berkembang sebagai seorang pemain tetapi juga sebagai seorang manusia. Suarez benar-benar menjelma menjadi sosok yang lebih rileks dan menyenangkan. Dia tak hanya mengimpresi banyak orang dengan penampilan-penampilan hebatnya di lapangan tetapi juga dari pernyataan-pernyataannya yang menyejukkan.

Pada satu kesempatan menjadi pemimpin tim di lapangan dengan ban kapten di lengannya, Suarez membuktikan kapasitasnya dengan mengangkat tim. Tidak hanya dengan sumbangan dua gol dan tiga assist, juga menularkan semangat dan etos kerjanya yang luar biasa selama pertandingan kepada rekan-rekan setimnya. Tak cukup dengan itu, Suarez menunjukkan pikiran bijaknya dengan sikap hormat dan rendah hatinya seusai laga. Dia menyebut dirinya sebagai pemain tim dan tetap menganggap Steven Gerrard sebagai kapten tim sebenarnya.

Karakter Suarez yang sekarang ini tentu bukan lahir tiba-tiba. Dalam banyak fase hidupnya, dia akrab dengan kesulitan-kesulitan. Dibesarkan oleh orang tua tunggal, dengan segala keterbatasan sumber daya, Suarez menyebutnya masa kecil yang penuh pengorbanan. Kesulitan ekonomi bahkan membuatnya tak sanggup membeli sepasang sepatu.

Begitu juga dengan karirnya di Eropa. Merantau sejak usia 19 tahun untuk memperjuangkan cita dan cintanya, Suarez kembali bertemu aral dan tantangan. Ada kendala bahasa, budaya, dan banyak hal di awal karirnya. Pindah klub dan pindah negara juga masih diiringi berbagai kontroversi.

Singkatnya, dia telah ditempa dengan berbagai api kesulitan dan keluar sebagai sosok dengan karakter sekeras baja dan dimanfaatkannya untuk memberi kesenangan pada para pendukungnya dan penggemar sepakbola umumnya.

Jelang tiga tahunnya di Anfield, Suarez semakin menemukan keserasiannya dengan klub yang begitu menginginkannya. Mereka telah berkembang bersama. Suarez semakin menemukan kematangannya dan Liverpool pun kemudian terangkat prestasinya. Tentu ada pasang surut dalam kebersamaan mereka. Namun, kemarin mereka memperbaharui kontrak, yang kedua dalam rentang tiga tahun. Tentu ada komitmen-komitmen yang juga diperbaharui dalam situasi hubungan yang sedang harmonis ini untuk kebaikan bersama di masa depan.

Klub dan para pendukungnya telah begitu sabar dan menerima segala sepak terjang Suarez sejak hari kedatangannya di bulan Januari 2011. Dan Suarez merupakan sosok yang begitu fokus dan gigih memperjuangkan apa dan siapa yang dicintainya.

Suarez memang seperti ditakdirkan sebagai aktor lapangan hijau, magnet berita, spesialis headline. Sebagai fans Liverpool, berharaplah berita-berita tentang kehebatan prestasinya di lapangan hijau tentunya dengan seragam merah Liverpool.

No comments:

Post a Comment