Catatan Laga Pembuka, Modal Bagus untuk Tandang ke Etihad



Liverpool meraih kemenangan penting pada laga pembuka Barclays Premier League musim 2014-15, menang 2-1 atas Southampton. Apa maknanya kemenangan tipis di kandang bagi perjalanan Liverpool musim ini? Artikel sudah tayang di situs resmi Liverpool FC Berbahasa Indonesia indonesia.liverpoolfc.com klik di sini.

***

Liverpool berhasil meraih angka penuh sekaligus meneruskan tren menang di laga pembuka musim. Sebuah modal yang berarti untuk menyongsong laga tandang pekan depan melawan juara bertahan Manchester City.


Orang boleh tidak puas karena hanya menang tipis. Ada yang menyebut semestinya menang dengan skor lebih besar lagi karena lawannya adalah Southampton yang sedikitnya ditinggalkan oleh empat pemain pilarnya sekaligus juga oleh manajernya. Sayangnya ini laga pertama, laga yang tidak pernah mudah. Pada pekan pembuka ini, hanya dua tuan rumah yang memetik kemenangan (termasuk Liverpool), dua tertahan imbang, sedangkan lima tuan rumah lainnya menelan kekalahan.

Selain itu Southampton adalah tim yang memang bagus. Kehilangan manajer bagus semodel Mauricio Pochettino, The Saints juga segera mendapat ganti manajer sekelas Ronald Koeman. Pria Belanda yang punya pengalaman melatih Valencia dan Benfica, juga pernah menangani tiga klub besar Belanda, (Ajax Amsterdam, PSV Eindhoven, dan Feyenoord). Gelar-gelar seperti: Juara Eredevise (3 kali), Copa Del Rey, dan gelar-gelar lainnya menjadi tanda yang jelas tentang reputasi Koeman.

Laga Minggu malam lalu juga menjadi bukti bahwa Soton bukan lawan yang bisa dianggap enteng karena kehilangan empat pilarnya di lapangan. Para pemain pengganti telah berhasil menjaga gaya permainan Soton yang sebenarnya.

Kompetitif Tanpa Suarez
Wajar jika kemenangan tipis itu membuat para penggemar merindukan sosok Luis Suarez. Pemain yang dengan keunggulan tehniknya sanggup membuat perbedaan di lapangan. Dengan 31 gol dan 12 assist-nya di musim lalu membantu Liverpool meraih posisi kedua dan lolos ke Liga Champions setelah absen sejak 2009. Namun kemenangan adalah kemenangan, bernilai tiga poin yang berharga. Liverpool bersiap meneruskan kehidupan tanpa Suarez layaknya delapan laga awal musim lalu.

Saat itu, The Reds melakukan sapu bersih pada tiga laga awal. Tiga laga selalu menang, tiga laga tanpa kebobolan. Lalu tertahan oleh Swansea dan kalah di kandang sendiri dari Southampton. Dalam total delapan laga awal tanpa El Pistolero itu Liverpool menangguk 17 poin dari kemungkinan maksimal 24 poin. Mencetak 13 gol yang berarti 1,6 gol per partai, kebobolan 7 gol. Pada saat itu, Liverpool berada di urutan ketiga, selisih dua poin dari pemuncak klasemen Arsenal dan bernilai sama dengan Chelsea di peringkat kedua. Ijinkan saya simpulkan, Liverpool tetap kompetitif tanpa Suarez.

Kali ini, dengan Raheem Sterling yang semakin matang, Daniel Sturridge yang tetap tajam, dan Rickie Lambert sebagai pilihan tambahan yang baik. Liverpool memperbaiki catatan musim lalu yakni mencetak gol lebih banyak pada laga pembuka dan membalas kekalahan dari Southampton. Tim asuhan Brendan Rodgers memang gagal menyamai prestasi musim lalu ketika clean sheet di laga pembuka, namun seiring dengan tambahan pemain baru yang kualitasnya dianggap lebih baik dan semakin baiknya kekompakan tim bukan mustajil pada laga-laga berikutnya akan lebih banyak clean sheet dan memperbaiki jumlah total kebobolan musim lalu sebanyak 50 gol.

Prospek Liverpool di Etihad
Pekan depan, lawan tangguh menunggu di rumahnya. Ya, tim yang pada dua laga terakhir musim lalu sukses mengambil alih puncak klasemen yang sebelumnya dikuasai Liverpool. Musim lalu kedua tim sama-sama saling mengalahkan. Di Etihad, City menang 2-1 yang kemudian dibalas oleh kemenangan 3-2 di Anfield.

Kedua kesebelasan ini sama-sama mencetak dua gol, namun pertahanan City lebih baik dengan tidak kebobolan. City juga lebih baik soal akurasi umpan dengan 87% sedangkan Liverpool 86%. Mereka juga sama-sama menorehkan angka 56% ball possession. Masalah kedisiplinan Steven Gerrard cs lebih baik, hanya menderita satu kartu kuning dibandingkan City yang lima pemainnya mendapat kartu kuning.

Pada laga nanti, Liverpool kemungkinan sudah bisa diperkuat oleh Alberto Moreno. Pemain yang memiliki catatan intersepsi lebih banyak dari pemain manapun di Liverpool, artinya Moreno memiliki kelebihan dalam mengendus dan mengantisipasi bahaya serangan lawan. Pemain yang bagus juga dalam membantu serangan. Catatannya adalah menciptakan 19 peluang dan mencetak tiga gol. Tambahan kualitas yang signifikan utuk The Reds.

Melawan City di kandangnya memang akan dihadapkan oleh banyak kesulitan. Tidak banyak klub yang bisa mencuri poin di sana musim lalu, hanya Chelsea yang sukses menang dan Sunderland yang mampu menahan imbang, selainnya pulang dengan tanpa membawa poin. Namun terbukti Liverpool telah menjadi lawan yang imbang bagi skuat yang bermaterikan pemain-pemain mahal itu. Dengan materi pemain yang lebih seimbang dari musim lalu, bukan hal mustahil hasil musim 2012-13 kala menahan City 2-2 bisa terulang, bahkan bisa lebih baik lagi.

Lagi-lagi laga pembuka bisa jadi acuan. Kedua tim sama baiknya dan pantas menjadi dua tim yang berebut gelar hingga laga terakhir musim lalu. Detail-detail kecil di lapangan bisa menjadi pembeda. Namun dengan tim yang lebih bermain sebagai tim sepeninggal Luis Suarez, tidak ada alasan untuk tidak optimis.

No comments:

Post a Comment