Catatan Laga Pembuka, Modal Bagus untuk Musim yang Bagus



Setahun yang lalu, tak lama setelah Liverpool menang 2-1 atas Southampton di laga pembuka Premier League musim 2014-15, saya membuat review atas kemenangan di Anfield tersebut. Dalam artikel Catatan Laga Pembuka, Modal Bagus untuk Tandang ke Etihad secara garis besar saya menyebut bahwa kemenangan itu penting dan modal bagus untuk pertandingan berikutnya. Iya, kemenangan yang tak cukup meyakinkan itu memang sebatas bagus sebagai bekal bertandang ke kandang Manchester City yang saat itu berstatus juara bertahan.



Untuk kali ini meski sama-sama kemenangan yang kurang meyakinkan, kemenangan tipis 1-0 atas Stoke di Stadion Britannia saya anggap sebagai modal bagus untuk musim yang bagus. Ini opini sekaligus harapan.

Meskipun Anda fans Liverpool, Anda tentu akan jujur menyebut penampilan Jordan Henderson cs hambar dan tanpa arah. Setidaknya dalam durasi satu jam. Boleh saja beralibi bahwa Liverpool bertandang dengan trauma kekalahan 6-1, kekalahan paling telak sejak 1963. Tetapi jelas terlihat ada kekeliruan dalam formasi pemain.

Jenuh di Tengah
Ide Brendan Rodgers memainkan dua gelandang (Henderson dan James Milner) yang sama-sama bertipe box-to-box bersamaan tidak berhasil baik. Milner menempati posisi favoritnya, sedangkan kapten Henderson berada pada posisi yang lebih dalam sebagai holding midfielder. Bukan posisi yang ideal bagi penyandang no.14 tersebut. Musim 2013-14 dan 2014-15 lalu menjadi bukti bahwa penampilan terbaiknya datang saat dia sering berada di sekitar kotak penalti lawan, membuat kombinasi dengan para pemain depan, memberi assist dan mencetak gol.

Lini tengah The Reds pun ruwet, tumpang tindih peran antar pemain. Henderson jelas tidak berkembang, Philippe Coutinho dan Adam Lallana tidak berkombinasi dengan baik karena bentrok posisi. Akibatnya Christian Benteke terisolasi di depan. Liverpool selama satu jam membuat dirinya sendiri tidak nyaman dan tidak aman, beruntung lawan juga tidak mempunyai serangan yang tajam.

Permainan Liverpool berubah jauh lebih baik sejak Emre Can masuk menggantikan Lallana pada menit 61. Tujuh menit kemudian peluang tercipta via Coutinho yang sekarang lebih leluasa bergerak. Lolos dari para pemain lawan, dribble ke kotak penalti, bola terebut lalu bisa direbut kembali, diumpankan ke Benteke namun sepakan striker anyar tersebut diblok lawan.

Tiga menit kemudian lahir lagi peluang mencetak gol. Henderson yang bisa kembali menjelajah, mendapat umpan dari Coutinho di kotak penalti. Sayang alih-alih membuat sentuhan mendatar, umpannya justru jatuh jauh dari posisi Benteke berada. Masuknya rekrutan mahal lainnya, Roberto Firmino, membuat permainan Liverpool semakin baik lagi. Meski lawan juga beberapa kali berhasil mengancam gawang Simon Mignolet.

Seperti kemarau setahun dihapus dengan hujan sehari, laga membosankan tersebut terhapus dengan gol indah Coutinho pada menit 86.

Anda Menang Anda Senang
Menang dengan cara yang jelek tetap akan membuat senang. Menang membuat suasana hati seluruh skuat lebih baik. Kemenangan yang harus disyukuri karena pertandingan pertama selalu sulit juga karena Stoke memang termasuk lawan yang susah untuk dikalahkan.

Kemenangan menjadi bekal yang sangat bagus untuk menyongsong laga kandang menjamu tim promosi Bournemouth. Tiga musim bersama Rodgers, Liverpool selalu bagus di paruh kedua maka jika punya awal yang baik mestinya peringkat yang lebih baik dari musim lalu bisa didapat di akhir musim nanti. Maka bukan hanya modal bagus untuk pertandingan selanjutnya saja, tetapi juga modal bagus untuk mengarungi musim.

Prestasi terbaik Liverpool di Premier League adalah runner-up (musim 2001-02, 2008-09, dan 2013-14), dan ketiga-tiganya diawali oleh kemenangan tipis di laga pembuka. Pada 18 Agustus 2001, skuat Gerard Houllier menang 2-1 atas West Ham United di Anfield. Sedangkan tim besutan Rafael Benitez memulai musim 2008-09 di kandang Sunderland dan menang 1-0 via gol Fernando Torres menit ke-83.

Tim Rodgers mengawali musim 2013-14 dengan mengalahkan Stoke di Anfield berkat gol tunggal Daniel Sturridge di babak pertama. Setelah itu berturut-turut mengalahkan Aston Villa dan Manchester United dengan skor identik 1-0, semua via gol cepat Sturridge.

Data diolah dari lfchistory.net


Henderson cs punya peluang menapaktilasi tim Rodgers 2013-14, namun banyak pekerjaan rumah yang mesti mereka selesaikan. Rodgers harus segera menemukan susunan pemain yang pas dengan skemanya. Pertandingan lalu sudah menunjukkan bahwa Coutinho berkontribusi lebih sejak Lallana keluar, Henderson lebih berbahaya jika ikut membombardir ke depan.

No comments:

Post a Comment